Kamis, 25 Agustus 2022
Sabtu, 26 Juni 2021
WHEN CORONA IS OVER PART IV
"AKHIR - AKHIR INI"
-The Moon-
Lalu-lalang orang saling bersahutan
Suasana mencekam sejauh mata memandang
Berita kematian seperti suara adzan
Sirine ambulan seperti angkutan umum yang membawa penumpang ..
Mungkin itu hanya angka harian
Tapi ...
Ada yang kesakitan dan berharap pulang,
Terbaring diantara kesembuhan atau dipusarakan
Ada yang berkeringat penuh kebingungan, "Manakah yang harus diprioritaskan?"
Ada yang bekerja seperti biasa dan menunggu giliran
Ada yang duduk termenung dan berpikir,
"Apa yang selanjutnya dilakukan?"
Ada yang berteriak mencari pertolongan dan marah karena ketakutan
Ada yang duduk bersandar tiang, menangis karena kehilangan
Analogi kecil dari ujung peta Jepara
Seperti .. "Apa yang dipermukaan ditunggu untuk ditanahkan"
Kelet, 27 Juni 2021
Monalisa
Inspired By : Teman-Teman di RSUD Kelet
Selasa, 16 Juni 2020
MERAH DELIMA
WHEN CORONA IS OVER PART III : MERAH
DELIMA
by Monalisa
Keramaian dibungkus rapat
Hening mendominasi di setiap sudut tempat
"Aku tidak kuat"
"Dasar lemah!"
Baru kali ini, jarak adalah anugerah
Rindu adalah hadiah
Angin muram, Ia dituduh bersalah
Tanah pun sama, Ia hanya tertunduk lemah
Hening mendominasi di setiap sudut tempat
"Aku tidak kuat"
"Dasar lemah!"
Baru kali ini, jarak adalah anugerah
Rindu adalah hadiah
Angin muram, Ia dituduh bersalah
Tanah pun sama, Ia hanya tertunduk lemah
Pertemuan tanpa kepastian
Di ujung jalan Ia mengerang
Kecemasan membungkam keadaan
Rindu menjadi penyakit mematikan
Penghilang batasan dalam kerumunan
“Jika masa ini telah berakhir,
mari
bertemu kala jingga menampakkan jelitanya”
17/06/2020
Diikutkan dalam event Fun Bahasa Tema : Rindu
300 Puisi terpilih diterbitkan dalam sebuah buku
Sabtu, 11 April 2020
When Corona Is Over Part II
When Corona Is Over, Part II
-Monalisa-
Dekat dan melekat kuat dalam benak
Tolong jangan beranjak
Pada bebatuan yang dipijak
Saat ini, meski hanya sebuah sajak
Pergilah dengan lamunan
Menerawang mimpi di balik angan
Dunia ini cukup sulit
Terlalu banyak orang berkelit
Mengatasnamakan manusia, untuk menyelimuti dusta
Ahh.. Sudahlah, mungkin aku pun sama?
Hanya saja, ku tampakkan persona
Seolah itu nyata...
Kesendirian menemani ruang diri
Bersama menulis mimpi,
Ketika waktu telah mengalir
Mengukir harapan pada butir pasir
Tersenyum ketika dunia mulai bangkit
Yaa, karena kita dalam masa sulit
Kita bisa kesana
Ke tempat dimana kenangan dapat tercipta
Bahagia bersama,
Bersyukur selamanya
Dan ketika korona benar-benar berakhir
Yang ku tulis di kota ukir
Kelet, 11 April 2020
14 : 38
Waktu Indonesia bagian Barat
Jepara punya cerita bersama monalisa
-Indonesia cepet sembuh yaa-
Kamis, 02 April 2020
When Corona Is Over
Dan Ketika Semua Berakhir
(When
Corona Is Over)
Written By
-Monalisa-
“Dinding berbicara, Angin membawa berita”
Tak sempatku berkeliling di antara aksara pada
dinding
Memisahkan karang dari karimun
Berjalan di atas besi dalam kerumun
Memforsir diri bahwa esok tragedi benar-benar
berakhir
Tapi tunggu ….
Semua ini baru berjalan, bosan
Ya aku tau, akupun sama
Khawatir tentang hidup dan kehidupan
Tapi bukan itu …. Aku bingung apa yang harus
aku lakukan
Aku diam dalam lamunan
Tidak, tidak, bukan seperti ini
Tanah lapang tanpa cangkul,
Berat dipikul, diletakkanpun tak kan timbul
Membisakan tanpa membiasakan
"Apa yang sedang anda pikirkan?"
"Kekosongan" …
Donorojo, Jepara, Indonesia
Thursday, April 2nd 2020
14 : 53 WIB
Rabu, 08 Januari 2020
Refleksi ...
JANGAN AMBIL PENAKU !!!
Dunia pilu di balik langit biru
Menawan perilaku yang sedikit pilu
Aku dan Diriku
Bukan penjilat yang berdiri memaku
Memo yang tersebar di setiap penjuru
Memaksa pemangku untuk setuju
Hanya sebuah batu
Di antara serpihan karang di pantai itu
Yang menari bersama debu
Maafkan, aku sarkas bersama penaku
Dan sebuah buku dipangkuanku
Yang berkata, "Sudahlah! Urusi saja
kehidupanmu!"
Baiklah, mari bersulang..
Untuk kehidupan yang kita impikan
Tidak berperan dalam konflik kepentingan
Meneguk es sirup yang tiap hari disajikan
Bersama dengan semangkuk mie yang penuh kehangatan
Omamamay.. Indah dunia ini
Jika diisi orang yang peduli
Bersama menikmati alunan musik K-Pop yang kita dengar
sehari-hari
Mari, kuajak menonton anime yang kugemari
Dengan percakapan legendaris yang terngiang sampai
saat ini
"Orang yang meninggalkan temannya bahkan lebih
rendah dari sampah!!!"
Jepara, 9 Januari 2020
Ketulusan Jiwa Spartak
The Moon
-Monalisa-
Langganan:
Postingan (Atom)
