Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2022

Delapan

 Delapan


Selamat pagi delapan tahunan yang berdelapan
Kita berteman,
Untuk sekian juta kenangan
Dalam realitas kehidupan
Memimpikan ketenangan hidup dan kebahagiaan
Entah itu dalam kegelapan, kesedihan dan kemalangan
Kita ada dalam waktu terbaik
Dan yaa kita wamanistik
Senyum, tertawa dan mari bergembira bersama !!



\


BUANA

 BUANA



Candramawa di antara sejuta bunga
Aku menunggu dalam waktu yang lama
Apakah dalam Jenggala, Jumantara atau di atas Samudra?
Rindu ini semakin pilu
Keberadaan nisan itu, apakah kamu tahu?
Diksi mana yang harus aku pilih, 
Jika distraksi tak mampu menghilangkan rasa sedih?
Kini, Aku dan kamu yang mengisi Dunia
Membentangkan sayap untuk sebuah kata “Samawa”
Dan memberanikan diri memeluk semesta
Bersama, Berdua Selamanya
- Teduhnya Rintik Kenangan Bersama Warmanistik -





Selasa, 20 Maret 2018

PUISI "SURAYAH"


SURAYAH 

Yah…
Untuk tinta yang kau taburkan
Untuk aksara yang kau tulis
Yang di dalamnya terpatri kata
Dalam lembaran kertas
Indah berbalut selimut sederhana
Yah.. Aku suka
Iyaa dia Dilan 1990
Yang dengan sebuah kalimat aku tertawa
Terkesima ketika dia memulai bicara
Tersenyum ketika dia mulai melangkah
Dengan penuh gaya .. dia berkata
“jangan rindu, berat. Kamu tidak akan kuat, biar aku saja”

Tegal, 28 Januari 2018
MONALISA
Puisi ini ditulis sebagai bentuk apresiasi kepada penulis dan sutradara film “Dilan 1990” ayah pidi baiq

Minggu, 04 Maret 2018

PETIKAN RINDU

Kemarin dia pergi dari tempat dimana ia biasanya berdiri..

Tidak tanpa jejak cerita

Rasanya air mata ini ingin menangis sendu

Terharu, ataukah wujud dari tangis pilu?

Segeralah berakhir dari putaran siklus tak berirama ini

“Aku rindu

Petikkan gitarmu untukku”

Bahkan ketika malam memendam cahaya

Untukku... ia masih ada di situ

Seperti di ujung pintu, hanya untuk menunggu

Yang hanya aku tau,

ia  biasa tersenyum ketika bersamaku

lalu.. 

Bisakah aku melawan sang rindu?

Ku jawab bisa, untuk sekedar ungkapan tak bermakna

Berbanding terbalik dengan rasa di raga

“yaa, rindu ini terlalu berat.. bisakah kau menelfonku dan berkata

Mona, aku ingin bertemu”

8/8/2017

MONALISA




Selasa, 12 November 2013

MUHAROMAN

when we followed MAVASA (Malam Motifasi Muhasabah), i didn't sent him message cos i followed it. i wanted, but i couldnt coz mightn't be playing mobile. :'(
but i was pleased... so AWESOME... we'd sleep together. all my friends.
and then i read his poetry that given to me

Waktu kian berlalu, mengisi setiap ruas-ruas
batas bimbang hati..
bimbang akan semua yang menuntunku
untuk tersenyum dan menangis

Bimbang akan sosoknya yang mampu mengubah
tetes air mata ini
menjadi lautan kebahagiaan
sosoknya yang mampu,
membuatku selalu ada
kala semua tak merasakannya

mungkin... kini akan tiada lagi syair-syair indah
yang mampu kuciptakan
dan kulantunkan untukmu
karena akhirnya aku mengerti
semua tak mampu melukiskan,
maha dahsyatnya dirimu..

sent at 00.00 am
august 19th 2013. my birthday, 16 years old.

on saturday when we followed mavasa, i got pens from Ust.muhtadin. coz i translate english to indonesia. thx :)
"tidak akan istiqomah iman seorang hamba, sampai istiqomah hatinya.
dan tidak akan istiqomah hatinya, sampai istiqomah lisannya".