Tampilkan postingan dengan label lomba puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2019

CERITA DARI HUTAN


CERITA DARI HUTAN

Pernahkah menuruni jalan setapak beriringan jurang?
Hijau mendominasi daripada merah
Kuning menjadi motif di lautan dedaunan
Kala itu, aku ketakutan …
bukan untuk satu hitungan bulan
tapi untuk ratusan malam
sebut saja ia roy, si ijoroyo-royo
yang menyambut hijaunya donorojo
dan berkata “it’s okay, I’m with you mo”
lampu berkedip dan siap siaga
kemudian aku tertawa
“sebenarnya untuk apa aku membuat sajak tentang dia?”
Sungguh tak berguna
Tapi.. gapapa lah yaaa
Karena dia adalah royku yang bahagia
Hahahaha :D
 
Jepara, 10 Juli 2019 (14:48 WIB)
Ditulis oleh Monalisa
pada saat gabut dan ga ngerti harus ngerjain apa lagi

Rabu, 04 April 2018

HIJAU DIUJUNG SENJA

HIJAU DIUJUNG SENJA

Berkisah seorang dari jawa

Tentang generasi yang terjajah masa

Tentang dia yang berada di ujung sana

Memimpikan kembali untuk sekedar sapa, bertatap muka

Bersama anak dari desa

Langit berawan, abu-abu menuju hitam

Sedang ia hanya duduk 

Bercengkrama dengan laras panjang

Tak bisa menentang titah dari sang komandan

Terkadang ...

Menyeka air mata, bertahan dibalik seragam

Berjuang untuk tidak tumbang

Menang melawan rindu untuk bisa terbang

Menuju halaman, tempat pertama kaki dipijakkan

Semarang, 19 Maret 2018

-MONALISA-

puisi ini saya buat untuk seseorang yang ceritanya membuat saya pribadi terinspirasi, dari mulai dia tumbuh dimasa SMA sampai sekarang ini, bertugas di pulau ujung Indonesia.. mungkin ini bukan apa-apa dibandingkan dengan perjuangannya, tapi saya sangat mengapresiasi apa yang dia lakukan.. semoga Allah SWT selalu melindunginya dari marabahaya, tetap sehat, dan bisa segera berkumpul dengan keluarga di rumah walaupun cuma bertegur sapa untuk mengobati rasa rindu di dada..

puisi ini juga dibuat untuk merayakan rilisnya film "Jelita Sejuba", besok pada tanggal 5 April 2018..

selamat menonton :))

Minggu, 04 Maret 2018

PETIKAN RINDU

Kemarin dia pergi dari tempat dimana ia biasanya berdiri..

Tidak tanpa jejak cerita

Rasanya air mata ini ingin menangis sendu

Terharu, ataukah wujud dari tangis pilu?

Segeralah berakhir dari putaran siklus tak berirama ini

“Aku rindu

Petikkan gitarmu untukku”

Bahkan ketika malam memendam cahaya

Untukku... ia masih ada di situ

Seperti di ujung pintu, hanya untuk menunggu

Yang hanya aku tau,

ia  biasa tersenyum ketika bersamaku

lalu.. 

Bisakah aku melawan sang rindu?

Ku jawab bisa, untuk sekedar ungkapan tak bermakna

Berbanding terbalik dengan rasa di raga

“yaa, rindu ini terlalu berat.. bisakah kau menelfonku dan berkata

Mona, aku ingin bertemu”

8/8/2017

MONALISA




Senin, 30 Mei 2016

KESEPAKATAN DALAM API

KESEPAKATAN DALAM API
Duduk tersandar pada ranting kering
Kau diam?
Tidakkah kau melihat frasa yang ku buat untuk mereka?
Analisis karya tokoh bermoral
Disela-sela kilatan masa, merusak budi pekerti
Mandat penyair untuk pembaca
Pecundang dan penghianat adalah sama
Citra tokoh terkoyak sudah
Sulitnya mencari titik di genangan air
Desakan kepercayaan pun percuma
Murung..
Hati-hati dalam merangkai kata
Meresapi akal dan pikiran daripada rasa
Keduanya berbeda,
Sesulit itukah kau bicara?


 MONALISA
Semarang, 31/05/2016 11:47
Diikutkan dalam event
Buku "Rumah Abadi"
Penerbit Tidar Media